Mengenal MQTT Protokol untuk IOT

Mengenal MQTT Protokol untuk IoT.

Jika pada beberapa artikel sebelumnya membahas HTTP protokol sebagai media komunikasi IoT, kali ini kita akan membahas mengenai MQTT protokol untuk IoT. Sebelum kita melakukan praktek mengenai protokol yang satu ini, alangkah baiknya kita sedikit berkenalan dahulu dengannya. Apa itu MQTT protokol dan bagaimana sistem kerjanya? Mari kita bahas bersama.

Apa itu protokol?
Protokol merupakan peraturan atau prosedur untuk mengirimkan sebuah data pada perangkat elektronik. Pada sistem komputer, setiap komputer berkomunikasi dengan komputer lainnya menggunakan sebuah protokol. Banyak sekali jenis protokol, seperti jenis protokol yang tidak terlalu asing ditelinga seperti UDP, FTP, TCP, ICMP dan yang sering kita pakai untuk komunikasi IoT pada artikel sebelumnya yaitu HTTP (Hyper Text Transfer Protocol). Begitu pula dengan MQTT, MQTT merupakan salah satu protokol yang dapat digunakan untuk komunikasi pada sistem komputer.

Ilustrasi Protokol pada Jaringan Komputer

Apa itu MQTT protokol?
MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) protokol merupakan sebuah protokol yang berjalan diatas stack TCP/IP dan dirancang khusus untuk machine to machine yang tidak memiliki alamat khusus. Maksud dari kata tidak memiliki alamat khusus ini seperti halnya sebuah arduino, raspi atau device lain yang tidak memiliki alamat khusus. Sistem kerja MQTT menerapkan Publish dan Subscribe data. Dan pada penerapannya, device akan terhubung pada sebuah Broker dan mempunyai suatu Topic tertentu.

Apa itu Broker, Publish, Subscribe dan Topic?
Broker
 pada MQTT berfungsi untuk menghandle data publish dan subscribe dari berbagai device, bisa diibaratkan sebagai server yang memiliki alamat IP khusus. Beberapa contoh dari Broker yang ada seperti Mosquitto, HiveMQ dan Mosca.
Publish merupakan cara suatu device untuk mengirimkan datanya ke subscribers. Biasanya pada publisher ini adalah sebuah device yang terhubung dengan sensor tertentu.
Subscribe merupakan cara suatu device untuk menerima berbagai macam data dari publisher. Subscriber dapat berupa aplikasi monitoring sensor dan sebagainya, subscriber ini yang nantinya akan meminta data dari publisher.
Topic seperti halnya pengelompokan data disuatu kategori tertentu. Pada sistem kerja MQTT protokol ini, topic bersifat wajib hukumnya. Pada setiap transaksi data antara Publisher dan Subscriber harus memiliki suatu topic tertentu.

Desain Sistem Protokol MQTT Sederhana

Pada gambar desain sistem MQTT sederhana tersebut, terdapat 3 bagian penting yaitu Publisher, Broker dan Subscriber. Setiap bagian memiliki tugas masing-masing, berikut penjelasannya :

  1. Blok Publisher
    Pada blok Publisher, terdapat beberapa sensor, seperti contoh terdapat sensor A, B dan C. Setiap sensor akan terhubung ke suatu gateway seperti Ethernet shield, ESP8266, SIM800L atau device sejenisnya yang dapat menghubungkan kita ke MQTT Broker. Antara gateway dan sensor pasti terdapat controller, Anda dapat menggunakan controller seperti Arduino, RaspberryPi atau sejenisnya. Nah, tugas dari Blok Publisher ini cukup sederhana yaitu mengirim data yang diambil dari sensor A, B dan C ke suatu MQTT Broker dengan Topic data1.
  2. MQTT Broker
    MQTT Broker memiliki suatu alamat yang dapat diakses oleh Publisher dan Subscriber. Tugas dari MQTT Broker ini yaitu sebagai penghubung transaksi data antara publisher dan subscriber. MQTT Broker juga mengenali suatu data lewat sebuah pengelompokan atau biasa disebut topic. Ketika Publisher mengirim data sensor A, B, C dengan topic data1, dan suatu saat terdapat Subscriber yang melakukan subscribe dengan topic yang sama data1, maka bisa dipastikan Subscriber akan menerima data sensor A, B dan C dari Publisher.
  3. Blok Subscriber
    Blok Subscriber bertugas untuk melakukan subscribe data pada topic data1. 
    Setelah mendapatkan data yang berupa nilai sensor A, B dan C dari publisher, kita dapat mengolah data-data tersebut untuk dimasukkan kedalam database, dianalisis atau dapat kita proses menjadi sebuah sistem monitoring yang terstruktur dan memiliki nilai jual.

Nah, Bagaimana menurut pendapat teman-teman mengenai MQTT Protokol ini? Setelah ini kita akan membahas praktek menggunakan MQTT Protokol ini ya, kita akan terapkan langsung beserta codingnya. Tunggu artikel selanjutnya.

Sedikit ilmu yang bisa saya sampaikan, mohon maaf jika penjelasan kurang tepat atau tidak mewakili rasa penasaran teman-teman karena saya juga merupakan pembelajar yang akan selalu belajar dari setiap kesalahan, maka kritik dan saran yang membangun akan sangat membantu sekali. Terimakasih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *